Banda Aceh, 22 Mei 2025 – Program Studi Teknik Fisika, Fakultas Sains dan Teknologi (FST), UIN Ar-Raniry kembali menyelenggarakan kegiatan rutin Kamisan Teknik Fisika dengan mengangkat tema “Sosialisasi Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Internasional Thailand 2025”. KPM ini merupakan program KPM internasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Sains dan Teknologi UIN Ar-Raniry. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan memberikan informasi serta motivasi kepada mahasiswa untuk mengikuti program pengabdian masyarakat di luar negeri yang direncanakan berlangsung pada bulan September mendatang.
Acara berlangsung di Aula Fakultas Sains dan Teknologi dan dihadiri oleh puluhan mahasiswa lintas angkatan, baik dari Program Studi Teknik Fisika maupun dari prodi-prodi lain di lingkungan FST. Kegiatan ini dimoderatori oleh Sekretaris Prodi Teknik Fisika, Mulyadi Abdul Wahid, M.Sc., dan dibuka secara resmi oleh Ketua Prodi Teknik Fisika, Nurhayati, S.Si., M.Si., yang menekankan pentingnya pengalaman internasional dalam membentuk wawasan global dan daya saing mahasiswa.
Hadir sebagai narasumber utama:
- Prof. Habiburrahim, S.Ag., M.Com., MS., Ph.D. – Wakil Dekan I FST
- Dr. Abd Mujahid Hamdan, M.Sc. – Wakil Dekan III FST
Dalam pemaparannya, Prof. Habiburrahim menegaskan bahwa kegiatan KPM Internasional Thailand merupakan kesempatan emas bagi mahasiswa. “Ini bukan sekadar pengabdian, tetapi juga tentang membentuk karakter global, memperluas jejaring internasional, dan meningkatkan daya saing akademik maupun profesional mahasiswa,” ujarnya.
Beliau juga menjelaskan beberapa poin penting terkait teknis pelaksanaan program, di antaranya:
- Estimasi biaya sekitar Rp 5 juta (termasuk tiket, konsumsi, penginapan, dan asuransi kesehatan), dengan pengeluaran aktual diperkirakan antara Rp 3,6–3,8 juta.
- Tanpa visa, karena durasi program kurang dari 30 hari.
- Paspor diurus mandiri, dengan estimasi biaya sekitar Rp 750.000 dan proses selama kurang lebih satu bulan.
- Durasi KPM adalah 25 hari, lebih singkat dibandingkan KPM nasional yang berdurasi 45 hari.
- Keberangkatan dijadwalkan pada 17 September 2025, dan mahasiswa tetap dapat mengikuti perkuliahan reguler pada semester tersebut.
- Kuota untuk FST sebanyak 30 mahasiswa.
- Syarat utama: telah menyelesaikan minimal 100 SKS.
Sementara itu, Dr. Abd Mujahid Hamdan menyampaikan bahwa kesempatan ini merupakan sebuah pencapaian prestisius bagi mahasiswa. “Jangan sampai nanti kita menyesal karena melewatkan kesempatan berharga di masa muda dan saat masih menjadi mahasiswa. Program ini bukan hanya pengalaman, tapi juga investasi masa depan,” tegasnya.

Melalui program ini, diharapkan mahasiswa dapat memperluas pengalaman lintas budaya, menumbuhkan empati sosial global, serta mempercepat penyelesaian studi.
Kegiatan Kamisan Teknik Fisika merupakan agenda rutin yang menjadi media penguatan karakter dan wawasan mahasiswa Teknik Fisika UIN Ar-Raniry. Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk komitmen program studi dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi serta peningkatan mutu lulusan.
Mulyadi Abdul Wahid, M.Sc.
Content Writer at FST UIN Ar-Raniry








