Banda Aceh,(FST Ar-Raniry)- Mahasiswi Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Siapa sangka, kulit pisang yang selama ini dianggap limbah ternyata menyimpan potensi luar biasa. Hal ini dibuktikan oleh Siti Sarah, mahasiswa Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Ar-Raniry Banda Aceh.
Melalui penelitian inovatifnya, ia berhasil mengolah kulit pisang kepok menjadi sediaan pelembab wajah yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga efektif dalam menjaga kelembaban kulit.
Dalam wawancara pada Selasa,15 Juli 2025, Sarah mengungkapkan bahwa ide awal muncul dari keprihatinannya terhadap limbah organik yang belum dimanfaatkan secara optimal. "Kulit pisang banyak ditemukan di sekitar kampus, terutama dari pedagang gorengan. Padahal, kulit pisang kaya akan antioksidan dan flavonoid yang sangat bermanfaat untuk kulit," ujar Siti sarah.
Penelitian yang ia lakukan melalui berbagai tahapan ilmiah yang ketat. Mulai dari penyiapan dan pengolahan sampel, proses ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan etanol, hingga uji kandungan senyawa aktif dengan metode GC-MS.
Setelah itu, ekstrak digunakan sebagai bahan dasar pembuatan krim pelembab wajah. Sarah juga menjelaskan bahwa produk hasil penelitiannya telah melalui serangkaian uji laboratorium untuk memastikan kualitas dan keamanannya.
"Kami melakukan uji organoleptik, homogenitas, pH, titik lebur, daya sebar, daya oles, hingga uji efektivitas menggunakan skin analyzer. Hasilnya sangat baik, dengan rata-rata kelembaban kulit sebesar 59% setelah pemakaian," jelasnya.
Tentu saja, perjalanan penelitian ini tidak lepas dari tantangan. Salah satu kendala terbesar adalah dalam pengumpulan sampel kulit pisang yang higienis.
"Awalnya sulit mendapatkan kulit pisang yang bersih karena banyak digunakan untuk pakan ternak. Tapi setelah berkomunikasi dengan pedagang, saya bisa mendapat pasokan rutin," kenangnya.
Sarah berharap, hasil penelitiannya ini bisa menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk lebih peduli terhadap pemanfaatan limbah organik. Ia juga membuka kemungkinan untuk mengembangkan produk ini ke tahap komersialisasi di masa depan.
"Indonesia kaya akan tanaman pisang, yang berbuah sepanjang tahun. Saya yakin, produk ini bisa menjadi solusi ramah lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi baru di bidang kecantikan," tutupnya optimis.
Dengan semangat kreatif dan kepedulian terhadap lingkungan, Siti Sarah membuktikan bahwa dari limbah pun bisa lahir berkah — baik untuk kulit, lingkungan, maupun perekonomian masyarakat.
Admin FST
Content Writer at FST UIN Ar-Raniry








