Banda Aceh — Program Studi Teknik Lingkungan UIN Ar-Raniry mengambil langkah strategis dalam memperkuat jembatan antara dunia akademik dan industri dengan menggelar audiensi bersama IATPI (Ikatan Ahli Teknik Penyehatan dan Teknik Lingkungan Indonesia), organisasi profesi nasional yang berdiri sejak Oktober 1977 dan kini dipimpin oleh Ketua Umum Endra S. Atmawidjaja, S.T., M.Sc. Kegiatan ini juga diikuti oleh Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Serambi Mekkah, memperkuat sinergi antar-institusi pendidikan tinggi di Aceh.

Pemaparan LSP Teknik Lingkungan IATPI
Dalam forum audiensi tersebut, Dr. Ir. Tri Joko, M.Si., selaku Ketua LSP Teknik Lingkungan IATPI, memaparkan secara komprehensif peran dan kapasitas lembaga dalam mendukung pengakuan kompetensi tenaga kerja konstruksi bidang teknik lingkungan. LSP Teknik Lingkungan IATPI saat ini telah memiliki 44 skema sertifikasi yang mencakup berbagai bidang keahlian, antara lain:
- Air Minum (IPA, perpipaan, manajemen tekanan)
- Air Limbah Domestik dan Non-Domestik, Limbah B3
- Persampahan dan pengelolaan TPA
- Drainase Permukiman
- Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Polusi Udara dan Emisi

LSP Teknik Lingkungan IATPI telah mendapatkan Lisensi BNSP untuk 44 skema sejak 5 Desember 2025 dan memperoleh akreditasi dari LPJK Kementerian PUPR pada 30 September 2024. Lembaga ini kini mengelola 43 Tempat Uji Kompetensi (TUK) yang tersebar di seluruh Indonesia, termasuk dua TUK yang beroperasi di wilayah Aceh, yaitu CV. Mitra Andalan Pratama dan CV. Kuedtaradja Konsultan.
Peluang Sertifikasi bagi Civitas Akademika
Audiensi ini membuka peluang nyata bagi dosen, mahasiswa, dan alumni Prodi Teknik Lingkungan UIN Ar-Raniry untuk mendapatkan pengakuan profesional resmi. Berdasarkan regulasi yang berlaku, lulusan atau calon lulusan Perguruan Tinggi bidang konstruksi dapat langsung mengikuti sertifikasi kompetensi dengan terlebih dahulu menyelesaikan Kegiatan Pemberian Kompetensi Tambahan (PKT) sebanyak 32 Jam Pelajaran sebagaimana diatur dalam Surat Edaran Ditjen Bina Konstruksi Nomor 54/SE/Dk/2024. Skema yang sangat relevan bagi lulusan Teknik Lingkungan antara lain Ahli Muda Teknik Lingkungan (Jenjang 7), Ahli Muda Teknik Air Minum, dan Ahli Muda Perencana Sistem Sanitasi Lingkungan.
Empat Pilar Kerjasama IATPI dengan Perguruan Tinggi
Kerjasama yang akan dibangun bersama IATPI didasarkan pada empat pilar utama, yakni:
- Pengembangan IPTEK dan Tri Dharma PT — mendukung kegiatan penelitian dan pengabdian yang relevan dengan isu lingkungan
- Sertifikasi Kompetensi Kerja bagi freshgraduate, alumni, dan dosen melalui mekanisme TUK
- Perkuatan Profil Profesional Mandiri — mempersiapkan lulusan agar kompetitif di dunia kerja
- Pengakuan dan Implementasi sebagai Advisory Board dan kontribusi dalam pengembangan kurikulum berbasis standar kompetensi nasional
Rencana Penandatanganan MoU dan Penguatan TUK di Aceh
Ketua Umum IATPI, Endra S. Atmawidjaja, S.T., M.Sc., menyatakan bahwa IATPI akan segera mengagendakan kunjungan langsung tim ke Banda Aceh untuk proses penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) resmi antara IATPI dengan Prodi Teknik Lingkungan UIN Ar-Raniry dan Prodi Teknik Lingkungan Universitas Serambi Mekkah. Penguatan jaringan IATPI di daerah dinilai mendesak mengingat kompleksitas permasalahan lingkungan di berbagai wilayah, terutama di Aceh yang memiliki kerentanan terhadap bencana dan isu kualitas air yang membutuhkan tenaga ahli tersertifikasi.

Prodi Teknik Lingkungan UIN Ar-Raniry sendiri telah tercatat sebagai salah satu program studi yang telah menerima sosialisasi resmi dari LSP Teknik Lingkungan IATPI, sebagaimana tercantum dalam data TUK aktif tahun 2025. Kolaborasi ini menjadi langkah konkret dalam mencetak generasi Environmental Engineer yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga diakui secara profesional di tingkat nasional maupun internasional — sejalan dengan nilai-nilai keislaman, ketangguhan, dan profesionalisme yang menjadi ciri khas lulusan UIN Ar-Raniry.
Admin Prodi Teknik Lingkungan
Content Writer at FST UIN Ar-Raniry








