Dr. Abd Mujahid Hamdan, M.Sc., dosen Program Studi Teknik Fisika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Ar-Raniry Banda Aceh, menyampaikan pandangan dalam diskursus nasional terkait wacana penutupan sejumlah program studi yang dinilai tidak relevan dengan kebutuhan industri. Pandangan tersebut disampaikan dalam kapasitasnya sebagai bagian dari Yayasan Inisiatif Pembangunan Indonesia dan dimuat dalam pemberitaan Jurnal Aceh.
Dalam pernyataannya, Dr. Mujahid menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak semestinya direduksi hanya sebagai institusi pencetak tenaga kerja, melainkan memiliki peran strategis sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, penguatan riset dan inovasi, serta pembentukan karakter dan daya pikir kritis. Pandangan tersebut mencerminkan tanggung jawab akademik dalam menjaga marwah pendidikan tinggi agar tetap berorientasi pada pengembangan keilmuan dan peradaban, tidak semata-mata pada aspek utilitarian.
Keterlibatan beliau dalam isu ini menjadi bentuk rekognisi akademik dosen Teknik Fisika UIN Ar-Raniry Banda Aceh dalam diskursus publik di tingkat nasional. Hal ini menunjukkan bahwa dosen tidak hanya berperan dalam pengajaran dan penelitian, tetapi juga aktif memberikan kontribusi pemikiran terhadap kebijakan strategis pendidikan tinggi.
Sejalan dengan hal tersebut, Program Studi Teknik Fisika UIN Ar-Raniry Banda Aceh terus memperkuat perannya sebagai prodi interdisipliner yang mengintegrasikan fisika, rekayasa, dan teknologi, serta berkomitmen menghasilkan lulusan yang adaptif, inovatif, dan berlandaskan keilmuan yang kuat.
Mulyadi Abdul Wahid, M.Sc.
Content Writer at FST UIN Ar-Raniry







