Program Studi Arsitektur, Fakultas Sains dan Teknologi (FST), Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh menyusun dan mengembangkan Kurikulum Berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) pada tahun 2020 sebagai upaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan arsitektur yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kebutuhan dunia kerja dan profesi arsitektur.
Penyusunan kurikulum ini dilaksanakan melalui proses yang sistematis dan partisipatif dengan melibatkan tim penyusun kurikulum, dosen, mahasiswa, alumni, pengguna lulusan, mitra kerja sama, praktisi arsitektur, asosiasi profesi, serta akademisi. Keterlibatan berbagai pemangku kepentingan tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa kurikulum yang dikembangkan mampu menjawab kebutuhan pendidikan arsitektur sekaligus mengikuti perkembangan profesi dan lingkungan binaan.
Proses penyusunan dilakukan melalui diskusi, tanya jawab, dan Focus Group Discussion (FGD). Pembahasan mencakup evaluasi kurikulum yang telah berjalan, perumusan profil lulusan, penyusunan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), pengembangan bahan kajian, penetapan struktur mata kuliah, serta penyesuaian bobot satuan kredit semester (SKS) sesuai dengan kebutuhan pembelajaran dan ketentuan KKNI untuk jenjang sarjana.
Dalam proses tersebut, masukan dari mahasiswa menjadi bahan evaluasi terhadap pengalaman dan efektivitas pembelajaran. Sementara itu, alumni dan pengguna lulusan memberikan perspektif mengenai kesesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja. Masukan dari praktisi dan asosiasi profesi juga menjadi pertimbangan dalam memperkuat relevansi kurikulum dengan perkembangan keilmuan dan praktik arsitektur.
Kurikulum KKNI Prodi Arsitektur tahun 2020 menetapkan sejumlah profil lulusan, yaitu perancang bangunan dan lingkungan buatan, perancang kota, perancang interior, serta perancang lanskap. Profil tersebut mencerminkan cakupan kompetensi lulusan arsitektur yang tidak hanya berorientasi pada perancangan bangunan, tetapi juga pada pengembangan kawasan dan lingkungan binaan secara lebih luas.
Kurikulum ini juga menekankan integrasi nilai-nilai keislaman, ilmu arsitektur, dan kearifan lokal. Hal tersebut sejalan dengan visi keilmuan Prodi Arsitektur UIN Ar-Raniry saat itu, yaitu menjadi program studi yang terdepan, kompetitif, dan inovatif dalam mengintegrasikan keilmuan arsitektur dengan nilai-nilai Islam dan disiplin ilmu lainnya, dengan mengutamakan kearifan lokal.
Selain itu, konteks Aceh yang memiliki kekayaan warisan arsitektur dan budaya serta kerentanan terhadap bencana turut menjadi pertimbangan penting dalam pengembangan keilmuan arsitektur. Kurikulum diarahkan untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan merancang lingkungan binaan yang memperhatikan aspek fungsi, struktur, estetika, keberlanjutan, keselamatan, serta konteks sosial dan budaya masyarakat.
Dari hasil diskusi dan peninjauan kurikulum, sejumlah rekomendasi turut mengemuka, antara lain penguatan kompetensi teknologi digital, kemampuan komunikasi profesional, berpikir kritis, kerja sama tim, dan pemecahan masalah. Pengembangan bahan kajian juga perlu memperhatikan kemajuan teknologi konstruksi, arsitektur berkelanjutan, mitigasi bencana, serta kebutuhan dunia industri. Pada pembelajaran studio dan praktikum, pengalaman berbasis proyek menjadi salah satu pendekatan yang direkomendasikan untuk memperkuat keterampilan mahasiswa dalam menyelesaikan permasalahan desain.
Hasil penyusunan tersebut kemudian dituangkan dalam dokumen Kurikulum Program Studi Arsitektur yang mengacu pada KKNI. Dokumen ini menjadi pedoman bagi dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan dalam pelaksanaan proses pembelajaran, sekaligus menjadi acuan bagi pengembangan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), bahan ajar, metode pembelajaran, dan evaluasi capaian pembelajaran.
Melalui penyusunan kurikulum ini, Prodi Arsitektur FST UIN Ar-Raniry berupaya membangun sistem pendidikan yang terarah dan berorientasi pada kompetensi lulusan. Evaluasi dan penyempurnaan kurikulum secara berkala juga menjadi bagian penting untuk menjaga kesesuaiannya dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kebutuhan masyarakat, serta dinamika profesi arsitektur.
Dengan demikian, Kurikulum KKNI Prodi Arsitektur tahun 2020 diharapkan menjadi landasan bagi penyelenggaraan pendidikan arsitektur yang profesional, berintegritas, berlandaskan nilai-nilai keislaman, serta mampu menghasilkan lulusan yang kompeten dan berkontribusi terhadap pengembangan lingkungan binaan yang berkualitas dan berkelanjutan.
Admin Prodi Arsitektur
Content Writer at FST UIN Ar-Raniry








