Banda Aceh (Media FST) - Kepedulian terhadap persoalan lingkungan mendorong Kepala Bagian Umum Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Ar-Raniry Banda Aceh menggagas inovasi Pengelolaan Sampah Berbasis Ekoteologi sebagai salah satu ide pengembangan yang diangkat dalam keikutsertaannya pada Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) XIX Pusbangkom Kememnterian Agama RI Jakarta, 06 Juli – 06 September 2026.
Gagasan Pengelolaan Sampah Berbasis Ekoteologi berangkat dari nilai-nilai keagamaan yang harus dipraktekkan dalam kehidupan nyata. Persoalan sampah tidak cukup hanya ditangani pada tahap akhir saja, melainkan harus di mulai dari awal yang sudah dipisahkan. Pembiasaaan seperti ini harus menjadi tradisi yang tumbuh dan berkembang dilkalangan masyarakat kampus sebagai basis yang terpelajar.
Permasalahan dan persoalan tersebut dilihat dari tinjauan ekoteologi dan akar penyebab munculnya permasalahan sampah yang belum teratasi dengan baik, sehingga langkah penanganan dapat diarahkan sejak dari sumbernya.
Kabag Tata Usaha FST, Muhazar, S.Hum., MA menjelaskan bahwa gagasan Pengelolaan Sampah Berbasis Ekoteologi berangkat dari kebutuhan untuk melihat persoalan sampah secara lebih mendasar. Menurutnya, pengelolaan sampah tidak cukup hanya berfokus pada bagaimana sampah dibuang, tetapi perlu dimulai dengan memahami sumber dan penyebab timbulnya sampah.
“Kita tidak hanya ingin menyelesaikan sampah yang sudah ada, tetapi juga perlu memahami mengapa sampah itu muncul, dari mana sumbernya, serta bagaimana kita dapat mengurangi timbulannya sejak awal. Karena itu, pendekatan berbasis ekoteologi menjadi penting dalam merancang pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan,” jelas Muhazar.
Lebih lanjut, Muhazar menyampaikan bahwa pengembangan gagasan tersebut dilakukan secara bertahap dalam milestone yang sudah dirancang, baik jangka pendek, menengah, dan jangka panjang. Untuk jangka pendek perlu penyiapan administratip yang meliputi, penyusunan TIM, SK Dekan tentang tatib kebersihan dan sampah, Sosialisasi dan tentunya menyiapkan sarana yang di butuhkan. Pada jangka menengah bagaimana kita harus mampu menciptakan tempat penampungan sampah terpadu yang bissa mengolah sampah menjadi sesuatu yang berharga baik pupuk, briket dan eko enzim yang bermanfaat.
Sedangkan pada tahapan jangka panjang, selain sosialisai dan monitoring yang berkelanjutan, tentu kita sangat mengharapkan terbentuknya Bank sampah di UIN Ar-Raniry sebagai tempat untuk menampung sampah dan menjadi laboratorium bagi prodi teknik lingkungan sebagai basis riset dan penelitian. Rencana aksi perubahan ini tidaklah bisa dilakukan sendiri melainkan melibat Program Studi Teknik Lingkungan FST yang dapat memberikan penguatan dari sisi keilmuan sekaligus memastikan bahwa inovasi yang dikembangkan memiliki dasar yang relevan dengan prinsip-prinsip pengelolaan lingkungan.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara unsur pengelola, akademisi, dan sivitas akademika dalam membangun budaya pengelolaan sampah yang lebih baik.
“Kolaborasi dengan Prodi Teknik Lingkungan menjadi bagian penting dalam mengembangkan gagasan agar persoalan sampah dapat ditangani secara bersama, berbasis data dan keilmuan, sehingga solusi yang dihasilkan tidak hanya bersifat sementara, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan,” tambahnya.
Ketua program studi Teknik Lingkungan FST Husnawati Yahya, S.Si., M.Sc. turut memberikan paparan mengenai pengelolaan sampah dari perspektif keilmuan lingkungan. Paparan tersebut menekankan bahwa pengelolaan sampah perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari sumber timbulan, pemilahan, pengurangan, pemanfaatan kembali, hingga pengolahan dan penanganan residu.
“Perspektif tersebut kemudian dapat dipadukan dengan pendekatan ekoteologi, yaitu membangun kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab manusia sebagai pengelola bumi. Dengan demikian, pengelolaan sampah tidak hanya dipandang sebagai persoalan kebersihan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya membangun perilaku yang peduli terhadap lingkungan dan keberlanjutan kehidupan”. Ujarnya
Keterlibatan Prodi Teknik Lingkungan membuka ruang sinergi antara aspek tata kelola kelembagaan, keilmuan lingkungan, dan nilai-nilai keagamaan. Melalui kolaborasi tersebut, gagasan yang dikembangkan diharapkan memiliki landasan yang lebih komprehensif dan dapat diterapkan sesuai dengan kondisi lingkungan organisasi.
Keikutsertaan Kabag Tata Usaha FST dalam PKA XIX menjadi momentum untuk mengembangkan gagasan inovatif yang memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan organisasi dan lingkungan. PKA tidak hanya menjadi sarana penguatan kompetensi kepemimpinan, tetapi juga mendorong peserta untuk menghasilkan gagasan perubahan yang dapat memberikan manfaat bagi organisasi.
Melalui gagasan Pengelolaan Sampah Berbasis Ekoteologi, FST UIN Ar-Raniry Banda Aceh diharapkan dapat terus mendorong inovasi yang mengintegrasikan aspek tata kelola, keilmuan, dan kepedulian terhadap lingkungan. Sinergi antara Kabag FST dan Prodi Teknik Lingkungan menjadi langkah awal dalam menghadirkan pendekatan pengelolaan sampah yang lebih terarah, berbasis keilmuan, dan berkelanjutan.
Gagasan ini sekaligus menunjukkan komitmen FST UIN Ar-Raniry untuk mendorong inovasi berbasis keilmuan dalam tata kelola kelembagaan serta menghadirkan solusi terhadap persoalan lingkungan yang dihadapi masyarakat dan institusi.
Admin FST
Content Writer at FST UIN Ar-Raniry







