Banda Aceh — Berawal dari tanaman yang selama ini dikenal sebagai gulma, Rahiyana Putri (230704002), mahasiswa Program Studi Kimia UIN Ar-Raniry Banda Aceh, terlibat dalam aktivitas riset pengembangan material baterai melalui kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di lingkungan Pusat Unggulan Iptek (PUI) Universitas Sebelas Maret (UNS).
Kegiatan riset ini terlaksana berkat dukungan pendanaan program MoRA TheAirFund untuk tim riset Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Ar-Raniry Banda Aceh yang diketuai oleh Dr. Abd. Mujahid Hamdan, M.Si. Riset tersebut berfokus pada pengembangan baterai untuk kendaraan listrik, khususnya dalam pengembangan material yang mendukung teknologi penyimpanan energi.
Riset tersebut berfokus pada pengembangan nanopartikel nikel oksida (NiO) dengan memanfaatkan ekstrak daun Chromolaena odorata atau yang dikenal sebagai daun balakacida/kirinyuh. Proses sintesis menggunakan pendekatan green synthesis melalui metode microwave-assisted hydrothermal.
Kegiatan penelitian dimulai dari preparasi bahan, proses sintesis hingga terbentuk material berskala nanopartikel, kemudian dilanjutkan dengan karakterisasi dan pengujian sifat elektrokimia. Material yang dihasilkan selanjutnya diarahkan untuk diaplikasikan sebagai material dalam pengembangan komponen baterai. Rahiyana juga mendapatkan pengalaman langsung dalam proses perakitan baterai.
Bagi Rahiyana, proses ini memberikan pengalaman baru dalam memahami bahwa bahan yang sederhana dan sering dianggap tidak memiliki nilai ekonomi ternyata dapat menjadi objek penelitian yang memiliki potensi besar.
“Penelitian ini menarik karena kita bisa melihat bagaimana bahan yang dianggap sebagai gulma dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan material nanopartikel yang berpotensi digunakan dalam teknologi baterai,” demikian gambaran pengalaman yang diperoleh dalam kegiatan riset tersebut.
Aktivitas tersebut memberikan pengalaman kepada mahasiswa untuk memahami alur penelitian secara utuh, mulai dari pemanfaatan bahan alam hingga pengembangan material yang berpotensi mendukung teknologi penyimpanan energi yang lebih berkelanjutan.
Selama menjalani program di PUI Baterai UNS, Rahiyana mendapatkan bimbingan dari Muslem, M.Sc. dan Prof. Dr. Eng. Hendri Widiyandari, M.Si. sebagai pembimbing lapangan. Sebelum terlibat dalam penelitian teknis, Rahiyana juga mendapatkan pengenalan terhadap lingkungan riset, akademisi, peralatan laboratorium, serta materi dasar penelitian.
Sebelum memasuki penelitian teknis, Rahiyana mengikuti pengenalan lingkungan PUI, mulai dari mengenal para akademisi dan peneliti, memahami materi dasar penelitian, hingga mengenal berbagai peralatan laboratorium. Fasilitas yang memadai serta pendampingan asisten laboratorium memberikan ruang bagi mahasiswa untuk belajar dan mengeksplorasi kegiatan riset secara aman dan terarah.
Ketua Program Studi Kimia UIN Ar-Raniry, Muhammad Ridwan Harahap, M.Si., menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam riset seperti ini merupakan pengalaman penting untuk memperkuat kompetensi akademik sekaligus keterampilan praktis mahasiswa.
“Kegiatan riset seperti ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menghubungkan ilmu yang dipelajari di kelas dengan penerapannya secara langsung di laboratorium. Kami berharap pengalaman tersebut dapat menumbuhkan budaya riset dan inovasi di kalangan mahasiswa Kimia,” ujar Muhammad Ridwan Harahap, M.Si.
Melalui kegiatan ini, Rahiyana tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang nanopartikel dan elektrokimia, tetapi juga mendapatkan pengalaman baru, relasi, serta keterampilan praktis di dunia penelitian. Riset tersebut sekaligus menunjukkan bahwa bahan alam yang sederhana seperti daun balakacida dapat memiliki potensi ilmiah dalam mendukung pengembangan teknologi energi masa depan.
Admin Kimia
Content Writer at FST UIN Ar-Raniry







