Banda Aceh (Media FST) — Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Ar-Raniry Banda Aceh menggelar kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Keilmuan bagi Tenaga Kependidikan (Tendik) sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan fakultas. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 23 April 2026 di Aula Fakultas Sains dan Teknologi, yang dengan antusias diikuti oleh seluruh Tendik dari berbagai Program Studi, Laboraturium FST dan juga Tendik dari fakultas lain di lingkungan kampus UIN Ar-Raniry Banda Aceh.
Pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi keilmuan serta meningkatkan profesionalisme Tendik dalam mendukung layanan akademik dan administrasi. Seiring dengan perkembangan dunia pendidikan yang semakin dinamis, Tendik dituntut untuk tidak hanya memiliki kemampuan administratif, tetapi juga pemahaman keilmuan yang relevan dengan bidang kerja masing-masing.
Kegiatan ini dibuka Wakil Dekan FST Dr. Abd Mujahid Hamdan yang dalam sambutannya, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam menciptakan Tendik yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan di era digital.
“Tenaga Kependidikan (Tendik) adalah jantungnya fakultas. Kualitas dan performa fakultas sangat bergantung pada kinerja serta profesionalisme Tendik dalam menjalankan tugasnya. Karena itu, penguatan kapasitas tidak bisa dilakukan sekali saja, melainkan perlu dilaksanakan secara berkelanjutan melalui pelatihan beberapa kali dalam setahun. Upaya ini penting untuk meningkatkan soft skill, memperkuat etos kerja, serta membentuk Tendik yang adaptif, komunikatif, dan siap menghadapi dinamika layanan di era modern.” Ujar Mujahid
Materi pelatihan disampaikan oleh narasumber yang kompeten di bidangnya, Dr. Erfiati, MA (Widya Suara BDK Aceh) sebagai pemateri sesi pertama yang menyampaikan tentang Budaya Kerja Kemenag dalam Ekosistem AI dan Well-Being” yang menyoroti pentingnya transformasi budaya kerja di era digital. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa perkembangan Artificial Intelligence (AI) bukanlah ancaman, melainkan peluang besar yang perlu disikapi secara adaptif dan bijak oleh Tenaga Kependidikan (Tendik).
Lebih lanjut, disampaikan bahwa budaya kerja di lingkungan Kementerian Agama harus mampu bertransformasi menjadi lebih kolaboratif, inovatif, dan berbasis teknologi. Tendik didorong untuk tidak hanya melek digital, tetapi juga mampu memanfaatkan AI sebagai alat bantu dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan, Ujarnya.
Ketika Tenaga Kependidikan (Tendik) mampu bertransformasi menjadi lebih kolaboratif, inovatif, dan berbasis teknologi, serta cakap memanfaatkan AI sebagai alat bantu dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan, maka dampak yang dihasilkan tidak hanya pada peningkatan kinerja semata. Lebih dari itu, kondisi tersebut akan mendorong terciptanya well-being yang lebih baik di lingkungan kerja.
“Beban kerja yang lebih terkelola, proses yang lebih efisien, serta komunikasi yang lebih efektif akan menghadirkan suasana kerja yang sehat, produktif, dan minim tekanan. Pada akhirnya, Tendik tidak hanya bekerja lebih cepat dan tepat, tetapi juga merasa lebih nyaman, seimbang, dan bermakna dalam menjalankan perannya sebagai bagian penting dari ekosistem akademik.” Lanjut Dr. Erfiati
Sedangkan pemateri sesi kedua, Prof. Dr. Sri Rahmi, MA ( Ketua umum perkumpulan prodi manajemen pendidikan Islam Indonesia) PPMPI menyampaikan materi Komunikasi efektif dalam layanan akademik sangat penting dalam menyampaikan informasi. Etika dalam berkomunikasi merupakan hal yang perlu di perhatikan apalagi berhadapan dengan publik Karena bukan hanya menyampaikan informasi namun juga membentuk opini publik terhadap lembaga manapun.
“ada beberapa hal penting dalam membentuk komunikasi di dunia akademik: Verbal (tatap muka, via telpon), Non verbal ( Gestur, ekspresi), Tertulis( Email, surat ), Digital ( WA, LMS).” Ujar Prof. Rahmi
Prof. Rahmi juga menyampaikan dalam layanan ke siapapun harus mempunyai karakter yang responsif, ramah, cepat, transfaran dan profesional, berkomunikasi juga harus efektif, Jelas, ringkas, lengkap, benar dan sopan. Semua layanan yang di berikan tentunya mempunyai tujuan untuk membangun kepercayaan, meningkatkan kualitas layanan, memberikan kepuasan bagi penerima layanan, meningkatkan citra institusi/ lembaga dan juga menghindari konflik, lanjutnya.
”Namun dari semua yang dilakukan baik itu komunikasi verbal maupun non verbal bisa dikatakan berhasil apabila informasi yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh lawan bicara ataupun para pencari informasi”, pungkas Prof. Sri Rahmi MA.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para Tendik FST UIN Ar-Raniry Banda Aceh dapat terus meningkatkan kapasitas diri, sehingga mampu memberikan pelayanan yang profesional, efektif, dan berorientasi pada kualitas. FST berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program pengembangan SDM guna mendukung terciptanya lingkungan akademik yang unggul dan berdaya saing.
Admin FST
Content Writer at FST UIN Ar-Raniry







