Banda Aceh (Media FST) - Empat mahasiswa Program Studi Arsitektur, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Ar-Raniry Banda Aceh, turut serta dalam International Conference on Natural & Human Disasters 2026 (DR3 2026 Aceh), dan juga turut serta dalam Archtectural Works Exhibition (Pameran Karya Arsitektur). Kegiatan ini adalah sebuah forum ilmiah internasional yang mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara untuk membahas isu-isu kebencanaan dan kemanusiaan.
*International Conference on Natural & Human Disasters 2026 (DR3 2026 Aceh) *secara resmi dibuka oleh Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Rifky Harsya, dan dilaksanakan pada Jumat hingga Minggu, 17–19 April 2026, bertempat di Hotel Hermes Palace Banda Aceh.
Keempat mahasiswa Arsitektur FST, M. Arif Hidayatullah, Uzuka Fazil Aulia, Maisarah, Fadilha Septarisa, keikutsertaan mahasiswa Arsitektur dalam konferensi ini menjadi langkah strategis dalam memperluas wawasan global serta meningkatkan kapasitas akademik di bidang arsitektur, khususnya yang berkaitan dengan mitigasi dan penanganan bencana. Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa tidak hanya mengikuti rangkaian sesi seminar dan diskusi, tetapi juga berpartisipasi dalam pameran karya Arsitektur.
Melalui pameran tersebut, mahasiswa menampilkan berbagai karya desain yang mengusung konsep inovatif, adaptif, dan berkelanjutan. Karya-karya yang dipresentasikan menitikberatkan pada solusi desain yang responsif terhadap risiko bencana, seperti perencanaan hunian tanggap darurat, desain kawasan yang aman, serta pendekatan arsitektur ramah lingkungan.
Ketua Program Studi Arsitektur FST Zia Faizurrahmany El Faridy, M.Sc. menyampaikan apresiasi atas partisipasi empat mahasiswa dalam *International Conference on Natural & Human Disasters 2026 dan Archtectural works exhibition *. Menurutnya, keikutsertaan ini merupakan langkah positif dalam meningkatkan kapasitas akademik mahasiswa sekaligus memperluas wawasan global di bidang arsitektur.
Zia Faizurrahmany menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam forum internasional tidak hanya menjadi ajang pembelajaran, tetapi juga sebagai media untuk memperkenalkan karya dan gagasan inovatif yang relevan dengan isu kebencanaan dan kemanusiaan.
“Kami berharap pengalaman ini dapat mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan kreativitas serta kepekaan terhadap tantangan lingkungan dan sosial melalui pendekatan arsitektur yang adaptif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Partisipasi ini memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan para ahli dan praktisi internasional, sekaligus menjadi wadah untuk memperkenalkan karya mereka ke tingkat global. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan kreativitas dan kepekaan terhadap isu-isu kemanusiaan melalui pendekatan arsitektur.
Diharapkan, ke depan semakin banyak mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi UIN Ar-Raniry Banda Aceh yang aktif berpartisipasi dalam forum ilmiah internasional sebagai upaya meningkatkan daya saing dan kualitas lulusan di tingkat global.
Admin FST
Content Writer at FST UIN Ar-Raniry







