Banda Aceh — Program Studi Kimia Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Ar-Raniry Banda Aceh bekerja sama dengan Program Studi Teknik Informasi (TI) FST UIN Ar-Raniry melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di MAN 3 Banda Aceh. Kegiatan ini mengangkat tema pemanfaatan media Augmented Reality (AR) sebagai inovasi pembelajaran kimia, khususnya pada materi isomer molekul organik.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan penggunaan teknologi berbasis AR sebagai media pembelajaran yang lebih visual, interaktif, dan realistis guna membantu siswa memahami konsep kimia yang selama ini dianggap abstrak dan membosankan.
Kepala MAN 3 Banda Aceh, Junaidi, S.Ag., M.Si, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai kegiatan ini sebagai bentuk nyata implementasi ilmu pengetahuan dari dunia kampus kepada masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan menengah.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena mampu menghadirkan pembelajaran kimia yang lebih realistis dan berbasis teknologi. Ini menjadi langkah positif dalam mendukung proses belajar mengajar yang selaras dengan perkembangan zaman,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Program Studi Kimia FST UIN Ar-Raniry, Muhammad Ridwan Harahap, M.Si, menjelaskan bahwa kegiatan pengabdian ini merupakan bentuk tanggung jawab akademik kepada masyarakat.
“Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian akademisi dalam memanfaatkan kemajuan teknologi untuk membantu menyelesaikan permasalahan pembelajaran, khususnya pada materi kimia yang selama ini dianggap kurang menarik oleh peserta didik,” jelasnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai konsep dan potensi media Augmented Reality dalam pembelajaran, yang disampaikan oleh Nurrizqa, M.T. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan sesi praktik penggunaan media AR untuk materi isomer molekul organik yang dipandu oleh Anjar Purba Asmara, M.Sc., Ph.D.

Peserta kegiatan yang terdiri atas siswa-siswi MAN 3 Banda Aceh, guru kimia, serta perwakilan MGMP Kimia tampak antusias mengikuti setiap sesi, terutama saat praktik penggunaan perangkat lunak AR. Media AR yang digunakan merupakan hasil pengembangan alumni Program Studi Teknik Informatika, yang memungkinkan peserta memvisualisasikan struktur molekul organik melalui pemindaian marker (scan marker) menggunakan perangkat digital.
Salah satu peserta mengungkapkan kesannya bahwa kegiatan ini sangat relevan dengan tuntutan pembelajaran masa kini.
“Kegiatan ini selaras dengan kebutuhan pembelajaran modern yang menuntut pemanfaatan teknologi dan AI secara bijak dan cerdas, sehingga pembelajaran menjadi lebih menarik dan mudah dipahami,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan pemanfaatan teknologi Augmented Reality dapat menjadi alternatif solusi inovatif dalam pembelajaran kimia, serta memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan berbasis teknologi.
Admin Kimia
Content Writer at FST UIN Ar-Raniry








