Banda Aceh - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Program Studi Arsitektur, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh yang kini sudah menjadi alumni, M. Arif Hidayatullah sukses meraih Juara II dalam ajang Sayembara Desain Halte Trans Kutara yang diselenggarakan oleh Dinas Perhubungan Aceh.
Kompetisi perancangan fasilitas publik ini berlangsung secara daring pada 12 hingga 26 September 2026. Para peserta ditantang untuk menghadirkan gagasan desain halte yang mengintegrasikan aspek fungsi, keamanan, kenyamanan, inklusivitas, wawasan lingkungan, serta merefleksikan identitas dan karakter budaya Aceh. Pengumuman resmi pemenang disampaikan melalui kanal media sosial Dinas Perhubungan Aceh pada 30 September 2026.
Atas keberhasilan tersebut, M. Arif Hidayatullah berhak menerima piagam penghargaan serta hadiah pembinaan sebesar Rp2.000.000.
Usung Konsep “Reimagining Trans Kutara”
Dalam karya rancangannya, M. Arif mengangkat konsep bertajuk “Reimagining Trans Kutara”. Konsep ini digagas untuk menghadirkan wajah baru halte transportasi publik yang tampil lebih modern, representatif, dan memiliki karakter visual yang kuat melalui bentuk kanopi dinamis.
Proses perancangan dijabarkan secara komprehensif melalui tahapan transformasi bentuk, mulai dari elemen dasar hingga menjadi wujud arsitektur halte yang utuh.
Seluruh kelengkapan karya disajikan secara detail, meliputi denah, tampak, potongan arsitektur, gambar kerja, hingga visualisasi perspektif 3D sesuai dengan ketentuan teknis sayembara.
Integrasikan Fungsi dan Identitas Lokal
Selain berfokus pada nilai estetika, rancangan halte ini dirancang dengan memperhatikan berbagai standar kenyamanan publik. Visual karya memperlihatkan pemanfaatan material bernuansa kayu, integrasi elemen vegetasi tropis, jalur pedestrian yang ramah, ramp aksesibilitas, ruang tunggu yang representatif, hingga penataan sistem informasi halte yang tertib.
Pendekatan tersebut dihadirkan untuk memastikan fasilitas transportasi publik tidak hanya berfungsi secara optimal, tetapi juga memiliki kedekatan emosional dan visual dengan konteks kebudayaan lokal Aceh melalui pemilihan bentuk serta material yang selaras dengan lingkungan sekitar.
Karya Orisinal Berbasis Kompetensi Akademik
Sayembara ini menerapkan ketentuan ketat yang mewajibkan seluruh karya peserta merupakan hasil orisinal, bebas dari produk kecerdasan buatan (AI), serta belum pernah diikutsertakan dalam kompetensi serupa sebelumnya.
Keberhasilan ini membuktikan kapasitas mahasiswa Arsitektur UIN Ar-Raniry dalam menerjemahkan gagasan konseptual ke dalam tahap pengembangan desain arsitektur yang matang.
Capaian ini sekaligus memperkuat reputasi akademik Program Studi Arsitektur FST UIN Ar-Raniry serta diharapkan mampu memotivasi mahasiswa lainnya untuk terus aktif mengukir prestasi di berbagai ajang kompetisi desain tingkat regional maupun nasional.
Admin ARS
Content Writer at FST UIN Ar-Raniry








