BIREUEN – Pusat Studi Lingkungan Hidup (PSLH) dan Program Studi Teknik Lingkungan UIN Ar-Raniry Banda Aceh bekerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya melaksanakan kegiatan bertajuk “Kolaborasi Bersama Membantu Aceh” dengan menyerahkan dan memasang satu unit Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) portabel bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Bireuen.
Kegiatan yang berlangsung pada 12 Februari 2026 ini menggabungkan unsur pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat (tridharma perguruan tinggi), dengan melibatkan dosen serta mahasiswa dari kedua institusi.

Inovasi dari Tim ITS
Unit IPAM portabel ini merupakan hasil inovasi tim ITS yang dipimpin oleh Triyanda Gunawan, S.Si., M.Si., Ph.D. Unit tersebut diserahkan kepada tim UIN Ar-Raniry untuk dipasang di lapangan.
Ketua Tim Distribusi IPAM, Ir. Muhammad Haikal, M.Sc., menjelaskan bahwa alat ini mampu mengolah air baku menjadi air minum melalui kombinasi teknologi media filter, membran Reverse Osmosis (RO), dan sinar ultraviolet (UV). Air baku yang digunakan berasal dari sumur bor komunal di lokasi pemasangan.
Salah satu keunggulan IPAM portabel ini adalah sistem pompa otomatis pada tangki penampungan. Ketika air mencapai level rendah, pompa media filter akan aktif secara otomatis. Kapasitas produksinya mencapai 100 liter per jam atau sekitar 2,4 meter kubik per hari.

Ditempatkan di Lokasi Terdampak Parah
Unit IPAM dipasang di Meunasah Gampong Kubu, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, yang menjadi salah satu wilayah paling parah terdampak banjir di Kabupaten Bireuen.
Ketua PSLH UIN Ar-Raniry, Dr. Ir. Juliansyah Harahap, menjelaskan bahwa Gampong Kubu dipilih karena kondisi geografisnya yang dikelilingi aliran Krueng Peusangan, serta adanya kerusakan parah akibat banjir.
Berdasarkan hasil survei Tim Tanggap Bencana PSLH, masyarakat di wilayah tersebut masih sangat membutuhkan pasokan air minum layak, terutama untuk mendukung operasional dapur umum warga yang diperkirakan terus berlangsung hingga bulan Ramadhan.

Solusi Jangka Panjang untuk Masyarakat
Karena bersifat portabel, unit pengolahan air ini dapat dipindahkan ke lokasi lain sesuai kebutuhan masyarakat.
Dengan begitu, kebermanfaatan alat akan terus berlanjut, terutama saat terjadi bencana atau kondisi darurat di masa depan.
Kegiatan kolaboratif antara UIN Ar-Raniry dan ITS ini diharapkan dapat memperkuat upaya pemulihan pascabanjir di Aceh, sekaligus menjadi model sinergi antara perguruan tinggi dalam menjawab tantangan lingkungan dan kebutuhan dasar masyarakat
Admin Prodi Teknik Lingkungan
Content Writer at FST UIN Ar-Raniry








