BANDUNG – Tim peneliti dari Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) dan pengumpulan data lapangan di kawasan Eco Pesantren Daarut Tauhiid, Bandung, pada 15-16 Mei 2026 silam. Kegiatan ini merupakan bagian dari riset bertajuk “Model Lanskap Eco-Pesantren Berbasis Sosio Teknikal Sebagai Strategi Penguatan Ekonomi Hijau dan Ketahanan Iklim.”
Penelitian tersebut merupakan bagian dari program hibah riset MoRA The AIR Funds Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang bertujuan mendukung pengembangan riset inovatif dan berkelanjutan di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan. Tim ini dipimpin oleh Dr. Zya Dyena Meutia, S.T., M.T., selaku ketua, bersama dua anggota peneliti yakni Aulia Rohendi, S.T., M.Sc., dan Faizatul Faridy, M.Pd.
Kegiatan FGD ini menghadirkan praktisi eco-pesantren, Alek Kuswandi, S.Pd.I., M.M., yang memaparkan secara komprehensif praktik pengelolaan lingkungan melalui DT Zero Waste Program. Alek menjelaskan bahwa konsep eco-pesantren tidak sekadar berfokus pada kebersihan fisik, melainkan juga pembangunan karakter, budaya disiplin, serta kesadaran ekologis yang dilandasi nilai-nilai Islam melalui delapan aspek utama green pesantren.
“Pesantren harus menjadi contoh dalam menjaga lingkungan. Sampah bukan hanya masalah kebersihan, tetapi juga berkaitan dengan karakter, tanggung jawab, dan nilai keislaman,” tegas Alek di hadapan peserta FGD. Ia juga merincikan sejumlah inovasi pengelolaan limbah, seperti program Bah Sanijang (Bahan Sisa Jadiin Uang), Kang Empos (kompos), Masagi (budidaya maggot), hingga Ngabret (pengolahan sampah menjadi briket).
Turut hadir dalam forum tersebut Pembina Yayasan Eco Pesantren Daarut Tauhid Bandung, Ir. Budi Faisal, MLA., Ph.D. Sebagai arsitek dan perencana utama, ia membedah pendekatan ecotecture (arsitektur ekologis) yang mengintegrasikan tata lanskap, desain bangunan, ruang pendidikan, hingga area pertanian ke dalam satu sistem ekosistem berkelanjutan.
Ketua Peneliti, Dr. Zya Dyena Meutia, menyatakan bahwa materi dari FGD ini menjadi penguatan data yang sangat berharga bagi riset mereka. “Kegiatan ini memberikan banyak insight terkait praktik nyata pengelolaan lingkungan di pesantren. Konsep yang diterapkan Daarut Tauhiid menjadi salah satu referensi penting dalam pengembangan model lanskap eco-pesantren yang sedang kami teliti,” jelasnya.
Menambahkan hal tersebut, Aulia Rohendi menyebutkan bahwa sistem pengelolaan terpadu untuk air, limbah, dan energi sangat relevan untuk diadopsi pesantren di Indonesia. Di sisi lain, Faizatul Faridy menilai bahwa pendidikan karakter ekologis harus ditanamkan sejak dini untuk mencetak generasi peduli lingkungan.
Melalui dukungan MoRA The AIR Funds LPDP, tim peneliti berharap luaran riset ini mampu menghasilkan rancangan model eco-pesantren yang aplikatif dan dapat direplikasi di berbagai pesantren di Indonesia guna mendukung ketahanan iklim dan ekonomi hijau nasional.
Admin FST
Content Writer at FST UIN Ar-Raniry








