Banda Aceh — Inovasi pembelajaran berbasis teknologi kembali dihadirkan oleh Program Studi Kimia Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Ar-Raniry Banda Aceh melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di SMTI Banda Aceh yang mengusung tema pemanfaatan Augmented Reality (AR) sebagai media pembelajaran inovatif pada materi isomer molekul organik.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan media pembelajaran yang lebih interaktif dan visual dalam membantu siswa memahami konsep kimia yang bersifat abstrak. Materi isomer, yang selama ini menuntut kemampuan imajinasi tinggi dalam membayangkan perbedaan struktur molekul, kini dapat dipelajari secara lebih konkret melalui visualisasi tiga dimensi berbasis teknologi AR.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum dan Kegiatan Pembelajaran SMTI Banda Aceh, Rizka Afdhila, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai bahwa inovasi ini sangat relevan dengan perkembangan pembelajaran di era digital.
“Kami menyambut baik kegiatan ini karena memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik dan modern. Penggunaan teknologi seperti Augmented Reality sangat membantu siswa dalam memahami konsep-konsep kimia yang selama ini dianggap sulit,” ujarnya.
Ketua Program Studi Kimia FST UIN Ar-Raniry, Muhammad Ridwan Harahap, M.Si menjelaskan bahwa kegiatan pengabdian ini merupakan bagian dari komitmen akademik dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di sekolah menengah.
“Kami berharap media AR ini dapat menjadi alternatif solusi dalam pembelajaran kimia, khususnya pada materi isomer yang membutuhkan visualisasi struktur molekul secara detail. Kehadiran teknologi di ruang kelas diharapkan mampu meningkatkan minat dan pemahaman siswa,” jelasnya.

Selama workshop berlangsung, siswa secara aktif mengikuti pemaparan materi singkat mengenai konsep isomer, kemudian langsung mempraktikkan penggunaan aplikasi AR.
Salah satu siswa mengungkapkan kesannya setelah mengikuti kegiatan tersebut.
“Dengan melihat langsung bentuk molekul secara 3D, kami jadi lebih mudah membedakan jenis-jenis isomer. Belajar kimia terasa lebih seru dan tidak membosankan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan pemanfaatan Augmented Reality dapat menjadi media pembelajaran inovatif yang berkelanjutan di SMTI Banda Aceh, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung transformasi pendidikan berbasis teknologi di Aceh.
Admin Kimia
Content Writer at FST UIN Ar-Raniry







