Banda Aceh (Media FST) – Kabar membanggakan kembali datang dari Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Tim peneliti Program Studi Kimia berhasil meraih pendanaan Program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Kompetisi Gelombang 11 yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berdasarkan Surat Keputusan Nomor 106/II.7/HK/2026.
Tim peneliti yang diketuai oleh Dr. Khairun Nisah, M.Si., dengan anggota Anjar Purba Asmara, M.Sc., Ph.D. dan Muhammad Ridwan Harahap, M.Si., berhasil lolos melalui proposal penelitian berjudul "Jernano: Inovasi Nanogel Berbasis Daemonorops draco dan ZnO untuk Penyembuhan Luka Diabetes yang Lebih Cepat dan Efektif."
Penelitian ini memperoleh pendanaan dalam skema multiyears untuk periode 2027–2029, sebagai bentuk dukungan terhadap riset unggulan yang memiliki potensi besar dalam menghasilkan inovasi berbasis sains dan teknologi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ketua tim peneliti, Dr. Khairun Nisah, M.Si., menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan memperoleh pendanaan RIIM merupakan hasil dari kerja keras tim dalam menyusun proposal riset yang tidak hanya memiliki kebaruan ilmiah, tetapi juga berorientasi pada penyelesaian permasalahan kesehatan yang dihadapi masyarakat.
"Kami bersyukur atas kepercayaan yang diberikan melalui Program RIIM BRIN. Penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan inovasi nanogel berbahan alami yang efektif untuk mempercepat penyembuhan luka diabetes, sekaligus memperkuat kontribusi UIN Ar-Raniry dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya.
Penelitian tersebut mengembangkan nanogel yang memanfaatkan resin jernang (Daemonorops draco), salah satu hasil hutan tropis Indonesia yang dikenal memiliki aktivitas biologis, dipadukan dengan zinc oxide (ZnO) sebagai material nanoteknologi yang memiliki sifat antimikroba dan mampu mendukung proses regenerasi jaringan. Kombinasi kedua bahan tersebut diharapkan mampu menghasilkan produk inovatif yang lebih efektif dalam mempercepat penyembuhan luka kronis akibat diabetes.
Keberhasilan ini menjadi bukti meningkatnya kapasitas riset dosen FST UIN Ar-Raniry dalam menghasilkan penelitian yang kompetitif di tingkat nasional. Selain memperkuat budaya akademik dan penelitian, pendanaan RIIM juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai institusi riset maupun industri untuk hilirisasi hasil penelitian.
Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Ar-Raniry Banda Aceh Prof. Muhammad Dirhamsyah menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada tim peneliti atas prestasi yang diraih. Menurutnya, capaian tersebut menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas penelitian yang berdampak bagi masyarakat dan pembangunan bangsa.
"Prestasi ini menunjukkan bahwa dosen-dosen FST mampu bersaing secara nasional melalui riset yang inovatif dan solutif. Kami berharap keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi dosen dan mahasiswa untuk terus menghasilkan penelitian berkualitas yang mendukung kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta pengembangan sumber daya alam Indonesia," ungkapnya.
Melalui pendanaan Program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM), FST UIN Ar-Raniry kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan riset unggulan yang sejalan dengan visi universitas sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang berlandaskan nilai-nilai keislaman, inovasi, dan kebermanfaatan bagi umat, bangsa, dan negara.
Keberhasilan ini menjadi bukti komitmen FST UIN Ar-Raniry dalam menghasilkan riset yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) melalui inovasi yang berdampak bagi kesehatan masyarakat, kemajuan ilmu pengetahuan, dan pembangunan nasional.
SDG 3: Good Health and Well-being, SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure,SDG 12: Responsible Consumption and Production, SDG 15: Life on Land
Admin FST: Sustainable Development Goals (SDGs)
Content Writer at FST UIN Ar-Raniry








