Banda Aceh – Program Studi Kimia Fakultas Sains dan Teknologi UIN Ar-Raniry Banda Aceh menyelenggarakan Workshop Desain Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dan Penilaian Berbasis Outcome-Based Education (OBE) pada Selasa, 23 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan FST ini menghadirkan Dr. M. Duskri, M.Kes sebagai narasumber dan diikuti oleh seluruh dosen Prodi Kimia.
Workshop ini merupakan bagian dari upaya Prodi Kimia dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat implementasi kurikulum berbasis OBE, serta mendukung persiapan akreditasi program studi menuju Akreditasi Unggul dalam 5 tahun kedepan.
Dalam pemaparannya, Dr. M. Duskri menekankan pentingnya distribusi Taksonomi Bloom dalam perumusan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) dan sub-CPMK. Menurutnya, penyusunan CPMK dan sub-CPMK harus memperhatikan tingkatan kemampuan berpikir mahasiswa secara proporsional, mulai dari kemampuan dasar hingga kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS), sehingga kurikulum dan RPS mampu mengarahkan mahasiswa pada pencapaian kompetensi yang diharapkan.
Selain itu, peserta workshop juga mendapatkan penguatan terkait pentingnya penggunaan kata kerja operasional yang spesifik, terukur, dan dapat diamati dalam perumusan sub-CPMK. Pemilihan kata kerja yang tepat menjadi kunci dalam memastikan ketercapaian hasil belajar dapat diukur secara objektif melalui proses asesmen.
Pada aspek evaluasi pembelajaran, narasumber menjelaskan bahwa rubrik penilaian tes kognitif merupakan instrumen yang sangat penting untuk menjawab tuntutan akreditasi LAMSAMA, khususnya terkait prinsip transparansi, akuntabilitas, dan keterukuran dalam proses penilaian. Rubrik yang jelas akan membantu dosen memberikan penilaian yang konsisten sekaligus memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai standar capaian yang harus dipenuhi.
Tidak hanya itu, workshop juga membahas pentingnya pembobotan skor soal yang proporsional berdasarkan tingkat kesulitan dan level Taksonomi Bloom. Soal yang mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi harus memiliki bobot yang sesuai sehingga kualitas instrumen penilaian menjadi lebih rasional, adil, dan mampu merepresentasikan capaian pembelajaran secara akurat.
Ketua Program Studi Kimia, Muhammad Ridwan Harahap, M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi seluruh dosen dalam penyusunan RPS dan sistem penilaian berbasis OBE.
"Workshop ini tidak hanya bertujuan menghasilkan dokumen RPS yang sesuai standar, tetapi juga membangun kesamaan pemahaman tentang bagaimana merancang pembelajaran dan penilaian yang berorientasi pada capaian. Hal ini menjadi salah satu langkah strategis Prodi Kimia dalam meningkatkan mutu akademik dan mewujudkan target Akreditasi Unggul di masa mendatang," ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Prodi Kimia FST UIN Ar-Raniry menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan budaya mutu, memperkuat sistem pembelajaran berbasis capaian, serta menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Admin Kimia
Content Writer at FST UIN Ar-Raniry








