Banda Aceh (FST Ar-Raniry) - Perjalanan tugas akhir Arief Syukran Syahrofi, mahasiswa Program Studi Arsitektur, Fakultas Sains dan Teknologi UIN Ar-Raniry Banda Aceh, membayangkan wajah baru kota Banda Aceh. Kota yang tak hanya bersejarah dan religius, tetapi juga menjadi pusat kreativitas generasi muda.
Dari imajinasi itu lahirlah sebuah gagasan besar dalam bentuk tugas akhir: perancangan Banda Aceh Creative Hub. Inspirasi Arief tidak datang sembarangan. Ia merujuk pada tiga dasar utama: arahan Presiden Joko Widodo tentang pembangunan creative hub di kota-kota besar, meningkatnya pelaku kreatif serta UMKM di Banda Aceh, dan regulasi daerah berupa qanun yang mendorong fasilitasi inovasi dan kepemudaan.
“Semua elemen itu saling terhubung. Banda Aceh butuh ruang kreatif untuk mengembangkan potensi anak mudanya,” ungkap Arief.
Dengan mengusung tema “Intangible Metaphor”, Arief menjawab dua isu besar: sosial (ekonomi) dan budaya (identitas). Ruang-ruang dalam bangunan dirancang untuk mempertemukan banyak pihak: pelaku UMKM, seniman, mahasiswa, dan komunitas start-up agar tercipta kolaborasi produktif.
Fasad bangunan pun mengadopsi motif batik pucuk rebung yang disusun geometris, merepresentasikan keberagaman budaya Aceh dalam satu kesatuan ruang. Creative Hub ini dirancang untuk pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM, start-up, dan komunitas kreatif lainnya.
Harapannya, ruang ini menjadi inkubator karya dan ide, mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, dan menjadikan Banda Aceh sebagai kota yang adaptif terhadap zaman. Tantangan terbesar menurut Arief justru datang dari dalam diri: rasa malas dan sulitnya membagi waktu. Tapi berkat semangat dan dukungan teman-teman, semuanya bisa dilalui.
“Tugas akhir akan terasa lebih ringan kalau dikerjakan bersama, walau hanya dengan satu teman. Jangan kerjakan sendirian,” pesannya penuh semangat.
Harapan Arief besar: semoga karya mahasiswa, baik berupa penelitian maupun rancangan, bisa dijadikan proposal nyata untuk membangun Aceh. Ia percaya, jika hasil kerja keras mahasiswa diberi ruang aktualisasi, Aceh bisa melompat jauh ke depan.
Admin FST
Content Writer at FST UIN Ar-Raniry








