Banda Aceh (FST Ar-Raniry) – Dalam rangka menyambut pelaksanaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) tahun 2025, panitia penyelenggara Fakultas Sains dan Teknologi UIN Ar-Raniry Banda Aceh menggelar rapat koordinasi intensif yang bertujuan untuk menyamakan persepsi dan memperkuat komitmen etika dalam pelaksanaan acara.
Rapat ini hadir Wakil Rektor III Prof. Mursyid Djawas, Prof. Aliyansyah (Wakil Dekan III FEBI), Prof. Habiburrahim, Dr. Abd. Mujahid Hamdan, KTU dan seluruh anggota panitia inti PBAK, mulai dari koordinator hingga seksi-seksi pelaksana.
Dalam sambutannya Ketua Panitia PBAK 2025, Prof. Habiburrahim, menyaikan ucapan terima kasih kepada wakil rektor dan Wakil dekan III Febi, sudah meluangkan waktu untuk hadir dalam rapat panitia ini. Ia juga menyampaikan rapat ini sebagai langkah awal untuk menyamakan persepsi tentang tatalaksana atau kode etik oleh penyelenggara yang perlu disampaikan ke mahasiswa baru.
“PBAK bukan hanya sekadar serangkaian acara penyambutan mahasiswa baru, tapi merupakan momen strategis untuk memperkenalkan budaya akademik yang menjunjung tinggi etika dan profesionalisme,” ujar Prof. Habiburrahim
Sedangkan Wakil Rektor III, Prof. Mursyid Djawas menyampaikan, beberapa poin utama yang menjadi fokus pembahasan antara lain: Penyamaan persepsi mengenai tatalaksana kegiatan PBAK yang harus bebas dari tindakan kekerasan fisik maupun verbal, Penetapan kode etik panitia, yang menekankan sikap sopan, ramah, dan menjadi teladan bagi mahasiswa baru, katanya
Pembahasan materi yang layak disampaikan kepada mahasiswa baru, agar mereka mendapat gambaran positif dan jelas tentang kehidupan kampus dan juga Penekanan pentingnya menghindari penyampaian hal-hal negatif atau image kurang baik yang dapat menurunkan semangat dan motivasi mahasiswa baru, lanjut Mursyid Djawas.
Acara di lanjutkan dengan paparan dari Prof. Aliyansyah (Wakil Dekan III FEBI), menyampaikan “Pihak kampus melakukan sambutan luar biasa untuk mahasiswa yang baru masuk yakni dengan adanya “PBAK”, sedangkan untuk mahasiswa yang sudah selesai maka akan di lepas dengan acara “wisuda”.
“Bagi mahasiswa baru, harus diasah baik di bidang akademik maupun non-akademik,” ungkapnya dengan tegas saat menyampaikan arahan kepada panitia PBAK 2025.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa dunia perkuliahan bukan hanya soal nilai dan IPK semata, tetapi juga tentang pengembangan diri secara menyeluruh. Mahasiswa diharapkan mampu menyeimbangkan antara kecakapan berpikir kritis dan prestasi akademik, dengan kemampuan bersosialisasi, kepemimpinan, serta keaktifan dalam kegiatan kemahasiswaan.
“Untuk kegiatan pelaksanaan PBAK 2025, akan dilaksanakan secara hybrid, yaitu kombinasi antara luring (tatap muka langsung) dan daring (online). Kegiatan luring akan berlangsung pada pagi hari, dimulai pukul 07.00 hingga 10.00 WIB. Setelah itu, kegiatan akan dilanjutkan secara daring melalui platform digital yang telah disiapkan oleh panitia,” jelasnya.
Seluruh peserta rapat sepakat bahwa panitia PBAK harus bertindak sebagai fasilitator yang mendidik dan mendukung proses adaptasi mahasiswa baru dengan lingkungan akademik yang baru.
Sebagai penutup, Prof. Habiburrahim berharap agar seluruh panitia dapat menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab, menjaga nama baik kampus, dan menjadikan PBAK 2025 sebagai pengalaman yang menyenangkan dan bermanfaat bagi seluruh mahasiswa baru.
Admin FST
Content Writer at FST UIN Ar-Raniry








