Banda Aceh (FST Ar-Raniry) – Tak hanya unggul di bangku kuliah, Riris Aryani, mahasiswi Teknik Lingkungan UIN Ar-Raniry Banda Aceh, juga menunjukkan prestasi gemilang di arena olahraga internasional. Dalam ajang International Orienteering Competition, ia berhasil meraih Juara 3 di dua kategori sekaligus: Middle dan Sprint Class, membuktikan bahwa mahasiswa dari daerah pun mampu bersaing secara global.
Orienteering adalah olahraga lari berpadu dengan navigasi menggunakan peta dan kompas. “Kita harus menemukan titik-titik tertentu yang telah ditandai di peta dengan mengandalkan kemampuan membaca arah,” jelas Riris. Ketertarikannya bermula dari aktivitasnya di UKM PA-LH GAINPALA, sebuah unit kegiatan mahasiswa pecinta alam di UIN Ar-Raniry, tempat ia mendalami ilmu navigasi dan mountaineering.
Namun, bertanding di level internasional tentu bukan hal yang mudah. “Tantangannya adalah kecepatan ambil keputusan dan tekanan mental. Apalagi di kelas Sprint, semuanya serba cepat. Salah rute sedikit bisa fatal,” ungkapnya. Riris juga harus beradaptasi dengan medan asing yang jauh berbeda dari kampung halamannya di Pulau Simeulue — wilayah terluar Aceh.
Menghadapi tantangan tersebut, Riris menyiapkan diri dengan latihan fisik mandiri seperti lari siang hari dan naik-turun tangga secara rutin. Ia juga melatih ketenangan mental agar tidak mudah panik saat bertanding. Yang membanggakan, ia tidak melupakan tanggung jawab akademiknya.
Dengan prinsip hidup disiplin, ia membuat jadwal harian yang tertata dari bangun hingga tidur. “Saya berusaha untuk selalu hadir di kelas, mengerjakan tugas tepat waktu, dan tetap menjaga performa akademik,” ucapnya. Kemenangan di ajang internasional ini bukan hanya milik pribadi, tetapi juga menjadi kebanggaan untuk kampus dan tanah kelahirannya. “Saya bangga bisa membawa nama UIN Ar-Raniry dan Simeulue ke panggung internasional,” katanya penuh semangat.
Di akhir wawancara, Riris memberikan pesan inspiratif untuk mahasiswa lain: “Jangan takut mencoba hal baru. Kita punya potensi lebih dari yang kita kira. Selama mau belajar, konsisten, dan tahu prioritas, semua bisa seimbang.” Kisah Riris Aryani membuktikan bahwa mahasiswa bisa tetap berprestasi di luar akademik tanpa meninggalkan tanggung jawab kampus. Ia adalah contoh nyata bahwa semangat, disiplin, dan ketekunan adalah kunci untuk menaklukkan batas apa pun.
Admin FST
Content Writer at FST UIN Ar-Raniry








