Banda Aceh (Media-FST) - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Dua mahasiswa terbaik FST dipercaya tampil sebagai keynote speaker dalam ajang International Student Seminar 2026, sebuah forum akademik bergengsi yang mempertemukan mahasiswa, peneliti muda, dan akademisi dari berbagai negara.
Seminar ini diselenggarakan oleh Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Ar-Raniry Banda Aceh pada Kamis, 26 Februari 2026, pukul 14.00 hingga 16.00 WIB, bertempat di Aula Fakultas Sains dan Teknologi. Kegiatan berlangsung dengan penuh antusiasme dan dihadiri oleh sekitar 100 peserta yang terdiri dari mahasiswa beserta dosen.
Lady Dwi Ulfa dan Khairunnisak kedua keynote speakers berasal dari Prodi Teknologi Informasi Fakultas Sains dan Teknologi UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Dalam forum tersebut, Lady memberikan paparan materinya tentang TensoriTrash ”Smart Tras Bin Berbasis CNN dan Internet of Things”. TensoriTrash merupakan inovasi tempat sampah pintar yang mengintegrasikan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) untuk mengoptimalkan proses pemilahan dan pengelolaan sampah secara otomatis, efisien, dan real time.
"TensoriTrash memanfaatkan CNN (Convolutional Neural Network) salah satu metode dalam deep learning yang unggul dalam pengolahan citra untuk mengidentifikasi jenis sampah berdasarkan gambar yang ditangkap kamera. Sistem ini mampu mengenali kategori seperti: Sampah organik, Sampah anorganik, Plastik, Kertas, Logam" ungkap Lady.
Sedangkan Khairunnisak membahas tentang IoT-Based Corfield Monitoring Siysem for Risk Mitigation Using K-Means Clustering (Sistem Monitoring Lahan Jagung Berbasis Internet of Things (IoT) untuk Mitigasi Risiko Menggunakan K-Means Clustering) merupakan inovasi teknologi pertanian yang memanfaatkan sensor terhubung (Internet of Things/IoT) untuk memantau kondisi lahan secara real-time. Berbagai parameter seperti kelembaban tanah, suhu, dan pH tanah dikumpulkan dan dianalisis secara otomatis”.
Data tersebut kemudian diolah menggunakan metode K-Means Clustering, sebuah algoritma machine learning yang berfungsi mengelompokkan tingkat risiko lahan ke dalam kategori tertentu, seperti risiko rendah, sedang, atau tinggi. Dengan sistem ini, potensi masalah seperti kekeringan atau kondisi tanah tidak optimal dapat terdeteksi lebih dini, sehingga petani dapat segera mengambil langkah pencegahan.
”Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, mengurangi risiko gagal panen, serta mendukung penerapan pertanian cerdas (smart farming) berbasis teknologi dan data” ujar Khairunnisak.
Partisipasi sebagai keynote speaker dalam forum internasional tentu bukan pencapaian yang mudah. Dibutuhkan dedikasi, konsistensi dalam riset, serta keberanian untuk tampil di panggung global. Oleh karena itu, capaian ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi diri dan berani mengambil peluang di tingkat internasional.
Dalam seminar ini juga menghadirkan para pembicara internasional terkemuka, yaitu Prof. Ir. Dr. Yusri Yusof dan Ts. Safiee Idris dari Fakulti Kejuruteraan Mekanikal dan Pembuatan Universiti Tun Hussein Onn Malaysia, serta Kebba Nyang, M.Sc dari Republik Gambia, yang ditunjuk sebagai International Guest Speakers. Sementara itu, Mursyidin, M.T. dan Ar. Azlan Shah, M.Ars. mewakili Fakultas Sains dan Teknologi sebagai Distinguished Lecturers.
Fakultas Sains dan Teknologi menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas pencapaian tersebut. Prestasi ini sekaligus mempertegas komitmen FST dalam mendorong mahasiswa untuk aktif berkontribusi dalam forum-forum ilmiah global.
Admin FST
Content Writer at FST UIN Ar-Raniry







