Laboran Biologi Firman Rija Arhas, M.Si., menjadi narasumber dalam kegiatan Pelatihan Inovasi STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) bagi guru dan siswa SMA Negeri Saengga, Kecamatan Sumuri, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Yayasan Gerakan Indonesia Mengajar dengan tema “STEM berbasis proyek melalui pemanfaatan laboratorium dan potensi lokal” yang dilaksanakan selama dua hari pada Rabu-Kamis Tanggal 13–14 Mei 2026 secara daring.
Pelatihan berlangsung selama 4 jam per hari, mulai pukul 14.00–18.00 WIT atau 12.00–16.00 WIB, dan diikuti oleh guru bidang Matematika, Biologi, Fisika, Kimia, Siswa, serta fasilitator pendamping program.
Kegiatan yang dilaksanakan oleh Yayasan Gerakan Indonesia Mengajar ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru dan pengelola laboratorium dalam mengembangkan pembelajaran STEM berbasis proyek melalui pemanfaatan laboratorium dan potensi lokal secara optimal, aman, dan kontekstual. Selain itu, pelatihan juga diarahkan untuk meningkatkan pemahaman guru dalam penggunaan alat laboratorium, keselamatan kerja laboratorium (safety laboratory), penyusunan SOP laboratorium, administrasi laboratorium, hingga pengembangan pembelajaran berbasis eksperimen dan potensi lokal.
Dalam pemaparannya, Firman Rija Arhas menjelaskan pentingnya pembelajaran STEM yang terintegrasi dengan lingkungan sekitar sekolah. Menurutnya, wilayah Saengga memiliki potensi sumber daya alam yang sangat relevan untuk dijadikan media pembelajaran kontekstual bagi peserta didik.
“Potensi lokal seperti mangrove, damar, hasil laut, serta lingkungan pesisir dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar STEM berbasis proyek. Peserta didik tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengembangkan kreativitas dan keterampilan melalui praktik langsung berbasis lingkungan sekitar,” ujarnya.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan berbagai materi terkait pengelolaan laboratorium STEM, prinsip dasar pengolahan bahan alami berbasis STEM, penggunaan alat laboratorium secara aman dan efektif, hingga praktik sederhana pengolahan bahan alami dan limbah organik menjadi produk berbasis STEM.
Beberapa praktik sederhana yang dilakukan oleh Guru dan Siswa antara lain pembuatan tinta alami dari ekstrak kulit bawang, pengolahan sampah kertas menjadi kerajinan sederhana, pembuatan lilin aromaterapi dari ekstrak tumbuhan, hingga pembuatan parfum alami dari bahan lokal. Selain itu, peserta juga memperoleh penguatan terkait pembuatan ecoenzim dan pemanfaatan limbah organik sebagai media pembelajaran STEM berbasis lingkungan.
Kegiatan ini tidak hanya fokus pada praktik eksperimen, tetapi juga memberikan pendampingan dalam penyusunan SOP (standar Operasional Prosedur) laboratorium, administrasi dan inventarisasi alat laboratorium, Penggunaan alat laboratorium, dan keselamatan kerja laboratorium (safety laboratory).
Melalui kegiatan yang dilaksanakan oleh Yayasan Gerakan Indonesia Mengajar ini, diharapkan guru mampu mengembangkan pembelajaran yang lebih aktif, inovatif, dan kontekstual sehingga dapat meningkatkan keterampilan abad 21 peserta didik. Selain itu, sekolah juga diharapkan mampu mengoptimalkan penggunaan laboratorium sebagai pusat pembelajaran berbasis proyek dan riset sederhana yang relevan dengan potensi daerah setempat.
Admin Bio
Content Writer at FST UIN Ar-Raniry








