**Banda Aceh (FST Ar-Raniry) **– Program Studi Teknologi Informasi Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Ar-Raniry Banda Aceh, menyelenggarakan International Seminar Hybrid yang menghadirkan lima pemateri dengan topik beragam seputar teknologi informasi, kecerdasan buatan (AI), serta pemanfaatan sistem informasi geografis (GIS) untuk penanggulangan bencana.
Seminar ini berlangsung pada hari Kamis, 04 September 2025 di Aula FST UIN Ar-Raniry dan diikuti oleh peserta secara luring maupun daring.
Kegiatan ini dibuka oleh Prof. Mujiburrahim Wakil Dekan I FST, dalam sambutannya menekankan pentingnya pemanfaatan riset dan inovasi teknologi untuk mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan menghadapi tantangan global, termasuk dalam sektor pendidikan dan kebencanaan.
Seminar ini menghadirkan lima narasumber utama dengan materi yang saling melengkapi. Prof. M. Dirhamsyah membawakan materi berjudul Artificial Neural Network-Based Condition Monitoring in Adaptive Manufacturing, yang membahas penerapan jaringan syaraf tiruan untuk meningkatkan reliabilitas manufaktur adaptif, termasuk teknologi 3D printing.
Sementara itu, Prof. Ts. Dr. Rusli Haji Abdullah menyampaikan materi AI and Its Capabilities in Education, yang menyoroti peran kecerdasan buatan dalam mendukung pembelajaran personal, administrasi pendidikan, serta tantangan etis yang menyertainya.
Narasumber lainnya turut memperkaya seminar ini dengan berbagai perspektif. Zuhra Sofyan, S.Kom., M.Sc, memaparkan tentang pemanfaatan AI di era perkuliahan. AI (Artificial Intelligence) dimanfaatkan sebagai asisten belajar digital** **yang mampu membantu mahasiswa memahami materi kuliah secara mandiri. Melalui platform seperti chatbot edukatif, aplikasi pembelajaran adaptif, hingga layanan penerjemah otomatis, mahasiswa kini dapat mengakses sumber belajar yang personal dan sesuai dengan kebutuhan mereka.Ujar Zuhra
Ridwan Yunus menjelaskan bahwa InaRisk berperan penting dalam mendukung pemodelan kebencanaan berbasis ArcGIS, khususnya dalam upaya mitigasi dan perencanaan kebijakan berbasis risiko. Menurutnya, InaRisk sebagai platform nasional yang dikembangkan oleh BNPB menyediakan data spasial dan informasi risiko bencana yang komprehensif, seperti potensi bahaya, tingkat kerentanan, serta kapasitas wilayah.
*” kolaborasi antara InaRisk dan ArcGIS memungkinkan pemodelan risiko yang lebih presisi dan berbasis data ilmiah, sehingga dapat membantu pemerintah daerah dan lembaga penanggulangan bencana dalam menyusun rencana kontinjensi, strategi evakuasi, serta perencanaan tata ruang yang tanggap bencana”. *Lanjut Ridwan
Dr. Hendri Ahmadian, M.I.M membahas peluang serta risiko penggunaan Generative AI (Gen-AI) dalam mendukung studi mahasiswa, termasuk potensi pengembangannya melalui teknologi Retrieval Augmented Generation (RAG).
*“Generative AI (Gen-AI) adalah jenis AI yang dapat menciptakan konten baru dari sumber teks, gambar, video dan kombinasi dari ketiga sumber tersebut (multimodal)”.*Papar Hendri Ahmadian
Terbuka peluang penelitian tugas akhir pada pembuatan Gen-AI dengan memanfaatkan teknologi Retrieval Augmented Generation (RAG) yang bisa disandingkan dengan model large language model (LLM) yang banyak tersedia dalam versi gratis. Lanjut Hendri
Selain seminar, kegiatan ini juga dirangkai dengan pelatihan bertajuk Pemanfaatan GIS untuk Penanggulangan Bencana dan Riset Teknologi Informasi. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan keterampilan praktis kepada peserta dalam mengaplikasikan teknologi GIS untuk mendukung analisis kebencanaan dan pengembangan riset.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Sains dan Teknologi UIN Ar-Raniry menegaskan komitmennya dalam mengintegrasikan riset, pendidikan, dan pengabdian masyarakat berbasis teknologi modern, sehingga dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan.
Admin FST
Content Writer at FST UIN Ar-Raniry








