Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Ar‑Raniry Banda Aceh menyelenggarakan Guest Lecture Webinar bertajuk "Pengolahan Air Limbah Berbasis Teknologi Terkini: Dari Desain ke Implementasi Lapangan" pada Rabu, 20 Mei 2026, pukul 09.00 WIB secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan yang terlaksana atas dukungan program BLU Speed, Kemenag Berdampak, dan Diktisaintek Berdampak ini menghadirkan praktisi industri berpengalaman dari PT. HAS Environmental, perusahaan pemimpin solusi pemantauan lingkungan dan industri di Indonesia yang berdiri sejak 2006.
Narasumber dalam kegiatan ini adalah Riki Oktaviandri, Water Product Manager PT. HAS Environmental, seorang sarjana Teknik Kimia Institut Teknologi Indonesia yang telah berkarier lebih dari delapan tahun di divisi water PT. HAS Environmental, mulai dari Technical Support, Water Engineer Supervisor, hingga posisi Water Product Manager yang diembannya sejak Juni 2024. Ia juga memiliki pengalaman pelatihan produk internasional di Bali, Singapura, Kamboja, dan Vietnam, sehingga sangat kompeten dalam menjelaskan implementasi teknologi pemantauan air di lapangan.

Dalam paparannya, Riki menguraikan kondisi terkini kualitas air di Indonesia berdasarkan laporan KLHK 2023 yang mencatat lebih dari 68% kualitas air sungai tergolong tercemar berat, dengan Indeks Kualitas Air Nasional 2024 hanya mencapai skor 52,12 (kategori sedang). Sumber utama permasalahan kualitas air mencakup limbah domestik yang menyumbang lebih dari 70% beban polutan sungai, limbah industri yang mengandung logam berat, serta over-extraction air tanah dan minimnya daerah resapan.
Solusi yang dipaparkan berpusat pada sistem Water Quality Monitoring System (WQMS) sebagai sistem pemantauan kualitas air secara real-time, multiparameter, dan terus-menerus dalam jaringan, yang wajib diterapkan berbagai jenis industri sesuai regulasi SPARING (Permen LHK No. 80 Tahun 2019). Parameter yang dipantau meliputi pH, TSS, COD, NH₃–N, dan debit, dengan perangkat seperti Multiparameter Spectrometer Probe (s::can) dan AquaTROLL yang mampu mengukur hingga belasan parameter sekaligus. Riki juga memperkenalkan komponen utama WQMS, mulai dari Remote Terminal Unit (RTU), sistem komunikasi data, hingga master station, serta studi kasus implementasi ONLIMO di berbagai daerah seperti Cianjur, Blora, Kutai Kartanegara, dan Sintang.

Kuliah tamu ini menjadi jembatan penting antara teori yang diperoleh mahasiswa di bangku perkuliahan dengan praktik industri nyata, terutama dalam konteks kepatuhan regulasi lingkungan hidup di Indonesia. Prodi Teknik Lingkungan UIN Ar‑Raniry berharap kolaborasi dengan PT. HAS Environmental ini dapat terus berlanjut, baik melalui kegiatan akademik, kunjungan lapangan, maupun peluang riset terapan bersama demi menghasilkan lulusan yang siap berkontribusi dalam menjaga kualitas lingkungan dan pengelolaan air yang berkelanjutan.
Admin Prodi Teknik Lingkungan
Content Writer at FST UIN Ar-Raniry








