Banda Aceh (FST Ar-Raniry) – Fakultas Sains dan Teknologi (FST) dan Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BLKM) Banda Aceh, resmi menjalin kerja sama strategis dalam pengembangan program pendidikan dan riset terapan. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dilakukan pada hari Senin, 11 Agustus 2025 di Ruang Rapat Dekan FST. Acara penandatanganan dihadiri oleh Dekan, Wakil dekan, Ketua Prodi, Kepala BLKM beserta jajaran.
Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara institusi akademik dan lembaga riset dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan, pelatihan, serta penelitian di bidang sains, teknologi, dan kesehatan masyarakat.
Dalam sambutannya, Dekan FST Prof. M. Dirhamsyah menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah konkret untuk mendorong mahasiswa dan dosen agar lebih aktif dalam kegiatan riset terapan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Kami menyambut baik kerja sama ini karena membuka peluang besar bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam penelitian dan praktik laboratorium yang aplikatif,” ujarnya.
Melalui kerja sama ini, kita bisa menyusun proposal penelitian bersama yang melibatkan dosen dan peneliti dari kedua institusi. Proposal tersebut dapat diajukan ke berbagai sumber pendanaan, baik dari pemerintah maupun lembaga swasta, guna mendukung proyek-proyek riset yang bermanfaat langsung bagi masyarakat,” lanjut Dekan.
Sementara itu**, Kepala BLKM, Jontari**, menekankan pentingnya kolaborasi lintas institusi sebagai respons terhadap berbagai tantangan kesehatan masyarakat yang semakin kompleks dan dinamis.
Ia menyampaikan bahwa pendekatan terpadu antara dunia akademik dan institusi pelayanan publik merupakan kunci dalam menciptakan solusi yang tidak hanya ilmiah, tetapi juga aplikatif dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Melalui kerja sama ini, kami berharap dapat menciptakan solusi inovatif berbasis riset yang bermanfaat langsung bagi masyarakat,” ungkap Jontari.
“FST sebagai institusi akademik memiliki sumber daya intelektual dan potensi riset yang sangat kuat, sementara BLKM memiliki pengalaman lapangan dan pemahaman mendalam terhadap kebutuhan riil di masyarakat. Jika dua kekuatan ini disatukan, kami optimistis dapat melahirkan program-program kolaboratif yang mampu memberikan kontribusi nyata, khususnya di bidang kesehatan lingkungan, pengendalian penyakit, dan penguatan kapasitas laboratorium,” lanjutnya.
Ruang lingkup kerja sama meliputi:
· Memfalisitasi pelaksanaan Tri darma Peguruan Tinggi, pendidikan penelitian dan pengabdian Masyarakat.
· Magang dan praktik lapangan untuk mahasiswa FST di Laboratorium Kesehatan Masyarakat Banda Aceh.
· Penelitian terapan di bidang Laboraturium, ataupun topik kesehatan masyarakat lainya
· Pengabdian kepada masyarakat dalam upaya memberikan sumbangan demi kemajuan dan kesadaran masyarakat dalam bidang pelayanan laboraturium khususnya laboraturium kesehatan.
Kerja sama ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat akademik, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap peningkatan layanan kesehatan masyarakat dan pengembangan teknologi terapan yang berdampak luas.
Admin FST
Content Writer at FST UIN Ar-Raniry








