Banda Aceh (FST Ar-Raniry) - Ilham Sumarna, S.Ars, alumni Program Studi Arsitektur, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Ar-Raniry Banda Aceh sukses berkarier di CV. Rakan Droe Mandiri, Aceh Besar.
Tidak semua orang memiliki rencana pasti saat memilih jurusan kuliah. Begitu pula dengan Ilham Sumarna , meski awalnya memilih jurusan ini atas dorongan keluarga dan keinginan untuk bekerja di dunia yang tidak monoton, ternyata keputusan itu membawanya pada perjalanan karier yang penuh pengalaman berharga.
Kini, Ilham bekerja di CV. Rakan Droe Mandiri, sebuah perusahaan konstruksi yang banyak menangani proyek-proyek di lingkungan Universitas Syiah Kuala (USK).
Proyek-proyek tersebut mencakup renovasi gedung, pembangunan lanskap, pedestrian, hingga taman-taman kecil. Menariknya, Ilham memulai langkah profesionalnya sejak semester 7 melalui kegiatan Kuliah Praktek (KP).
Saat itu, ia ditempatkan di proyek pembangunan kantor TNI bersama CV. Menara Cipta. Dari sinilah jaringan profesionalnya berkembang, hingga akhirnya ia dikenalkan ke CV. Rakan Droe, tempatnya bekerja saat ini.
"Project pertama saya di CV. Rakan Droe sangat berkesan, karena saya harus membagi waktu antara pekerjaan dan pengerjaan tugas akhir di semester 9," ujar Ilham.
Ia menegaskan bahwa ilmu yang diperoleh selama kuliah sangat berguna dalam pekerjaannya. Dari menggambar perancangan, mengawasi proyek, hingga membuat laporan teknis, semuanya berakar dari pembelajaran di bangku kuliah.
Meski begitu, Ilham tidak menampik adanya tantangan. Sebagai pekerja lepas, ia harus pandai mengatur waktu karena sering mendapat proyek dari luar perusahaan. Selain itu, sistem pembayaran yang bergantung pada pencairan dana proyek kadang membuatnya harus bersabar menunggu honor kerja.
Meski demikian, ia tetap menikmati setiap proses yang dijalani. Dalam pandangannya, public speaking adalah keterampilan paling penting bagi mahasiswa arsitektur selain kemampuan desain.
Ia mengingat pesan dosen pembimbingnya, Ibu Cut Reza Nanda Keumala, yang berkata bahwa desain bukan soal sempurna atau tidak, tapi soal bagaimana desain itu bisa dijelaskan secara masuk akal kepada klien. Ilham juga menyampaikan harapannya kepada para tenaga pendidik di Prodi Arsitektur.
Ia berharap pengajaran dapat lebih optimal dan tidak hanya terpaku pada presentasi PPT dalam kelompok. Ia menginginkan metode pengajaran yang lebih mendalam, aplikatif, dan inspiratif. “Berhentilah mengejar kuantitas, tapi fokuslah menciptakan kualitas,” tegasnya. Sebagai alumni, Ilham Sumarna menunjukkan bahwa bekal dari bangku kuliah dapat menjadi fondasi yang kokoh untuk meniti karier.
Kini, ia menjadi contoh inspiratif bagi mahasiswa Arsitektur UIN Ar-Raniry, bahwa dengan semangat belajar dan jaringan yang baik, peluang kerja akan terbuka lebar bahkan sebelum wisuda.
Admin FST
Content Writer at FST UIN Ar-Raniry








